Seputar Infeksi Jamur

Tim Dokter Bima - 24/01/2017

Jamur adalah organisme bersel tunggal yang ada di mana-mana bahkan di tubuh manusia normal. Jamur bisa membawa manfaat namun juga tak jarang bersifat patogen. Jamur bisa menghasilkan toksin berupa alkohol dan acetaldehyde yang berkontribusi pada berbagai macam gangguan di dalam tubuh manusia.

Di dalam tubuh manusia jamur terdapat hamper di setiap area di permukaan kulit, utamanya di bagian lipatan dan tempat-tempat yang banyak berkeringat. Di dalam tubuh jamur banyak terdapat di saluran cerna, saluran kencing dan saluran reproduksi.

Penyebab Infeksi Jamur

Belakangan ini infeksi jamur menjadi trend tersendiri disebabkan karena berubahnya pola makan dan hidup manusia berkaitan dengan modernisasi. Beberapa penyebab terjadinya infeksi jamur sebagai berikut:

  1. Terlalu banyak konsumsi gula dan karbohidrat

Gula dan karbohidrat adalah makanan utama jamur. Seseorang yang mengkonsumsi dua jenis bahan makanan ini sama saja memberi makan dan memberi kesempatan jamur di tubuhnya untuk berkembang biak cepat. Ini akan menyebabkan lingkaran setan dimana banyaknya jamur yang tumbuh akan membutuhkan makin banyak lagi makanan, sehingga orang tersebut akan mengalami keinginan makan gula dan karbohidrat lebih banyak lagi (sugar craving).

 

  1. Penggunaan Antibiotik

Pemakaian obat-obatan antibiotic yang makin marak di kalangan masyarakat di masa sekarang ini menjadi masalah. Peresepan antibiotic yang meningkat oleh dokter, penggunaannya di dalam dunia peternakan ditambah mudahnya membeli antibiotic di pasaran tanpa resep dokter menyebabkan antibiotic cenderung dikonsumsi berlebihan di kalangan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan flora normal yang terjadi di dalam tubuh manusia sehingga ada golongan organisme tertentu yang meningkat jumlahnya salah satunya jamur.

 

  1. Kelebihan Tembaga

Tembaga (copper) dalam kondisi normal berfungsi sebagai penunjang metabolism tubuh, dan mampu menekan jumlah pertumbuhan jamur. Lingkungan luar dan pengaruh banyaknya tembaga sintetis dalam proses modernisasi membuat keseimbangan jumlah tembaga aktif dalam tubuh manusia terganggu. Hal ini tentunya menyebabkan jamur lalu mudah berkembang biak.

 

 

  1. Terganggunya system di hati dan limfa

Limfa dan hati berfungsi sebagai organ yang mengatur system pembuangan racun dan organisme berbahaya, apabila salah satu atau keduanya terganggu fungsinya maka akumulasi racun dan zat-zat berbahaya tersebut terjadi terutama di pencernaan dan organ sekitarnya.

 

  1. Kurangnya asupan mikronutrien

Kurangnya supan mikronutrien seperti zinc dan selenium menyebabkan pertumbuhan jamur semakin pesat. Diet keseharian masyarakat di kehidupan modern cenderung sedikit mengandung mikronutrien penting bagi tubuh. Disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur (terutama organik) dan menghindari makanan minuman pabrikan (instan).

 

Selain yang kami sebut diatas, masih banyak penyebab pertumbuhan jamur yang makin pesat di dalam tubuh manusia, untuk mengetahui lebih lanjut anda dapat berkonsultasi dengan kami melalui telepon di layanan ‘Doktermu’ BIMA.

 

Siapa sajakah yang sering mengalami infeksi jamur?

  1. Wanita: Wanita cenderung lebih mudah mengalami infeksi jamur karena sering mengalami ketidakseimbangan tembaga aktif di dalam tubuh. Salah satu penyebabnya karena penggunaan IUD atau pil kontrasepsi.

 

  1. Vegetarian: Para vegetarian cenderung mengalami kekurangan asupan zinc dan selenium yang banyak terdapat di daging. Hal ini menempatkan mereka pada risiko pertumbuhan jamur yang lebih cepat.

 

  1. Bayi dan anak: Bayi dan anak di masa modern ini lebih sering mendapat asupan gula dan karbohidrat berlebihan sehingga menempatkan mereka pada risiko infeksi jamur yang lebih tinggi.

 

Gejala yang muncul pada infeksi jamur:

Gejala bervariasi mulai dari pusing, kelelahan berlebih, mual dan muntah hingga yang cukup berat seperti depresi bahkan kanker.

 

Ingin tahu lebih lanjut?

Hubungi kami melalui aplikasi Doktermu.

 

TIM DOKTER BIMA

Apa itu Lymphogranuloma Venereum (LGV)?

Tim Dokter Bima - 19/01/2017

Apa itu Gastritis?

Tim Dokter Bima - 16/12/2016

Tentang Fistula Ani

Tim Dokter Bima - 16/12/2016